Showing posts with label DIY. Show all posts
Showing posts with label DIY. Show all posts

Tuesday, November 21, 2017

Membuat Sendiri Paving Beton


Jika kamu bosan dengan ragam bentuk paving yang telah umum tersedia, barangkali kamu bisa membuatnya sendiri dengan mudah. Umumnya membuat paving perlu peralatan khusus guna memenuhi kriteria seperti kekuatan dan besaran tekanan yang dimiliki. Tetapi ragam bentuknya mungkin terbatas seperti pada umumnya. Guna memenuhi keinginan untuk memperindah halaman tentu saja kamu menginginkan hal yang eksklusif seperti ragam bentuk yang kamu inginkan.


Membuat paving merupakan tantangan tersendiri yang bisa kamu lakukan. Seperti membuat puzzle, paving harus presisi dan rapi membentuk rupa yang sedap dipandang. Jika kamu bingung bagaimana cara memulainya, HomeMadeModern dalam videonya di youtube akan memandumu bagaimana cara membuat paving beton. Seperti pada umumnya beton dibuat dari semen, agregat dan air yang didiamkan hingga mengeras. Untuk lebih lengkapnya simak video dibawah ini.


Jika kamu tidak mempunyai 3d printer untuk membuat purwarupa, alternatif lain kamu bisa membuatnya dengan clay, atau sterofoam. Mungkin hal-hal lain yang dapat membantumu membuat bentuk paving yang rumit kamu bisa print out desain yg kamu buat atau dengan milimeter blok apabila kamu ingin membuat bentuk secara manual.


Seperti yang dicontohkan dalam video, cetakan yang paling mudah dibuat dengan menggunakan silicone. Alternatif lain yaitu dengan resin.

Apakah kamu tertantang untuk membuat sendiri paving beton?

Tuesday, October 24, 2017

Cara Mudah Dan Sederhana Membuat Gelembung

Hal yang paling mudah dibuat dan dimainkan yang hampir disukai oleh banyak orang salah satunya adalah memainkan gelembung. hal ini mengingatkan saya akan lagu yang saya sukai mengenai gelembung.

Bubbles..oh bubbles
I wish my name was bubbles
Bubbles i wish my friends were bubbles
Bubbles i drive my car on bubbles
Bubbles i go real far on bubbles..
Oh bubbles....
- Linkin Park - Bubbles

Gelembung cenderung disukai selain mudah dimainkan juga membawa rasa senang melihat gelembung gelembung terbang dan meletus ketika menabrak sesuatu ataupun saat lapisan sabun mulai menipis. Inilah yang membuat saya mengingat masa kecil dulu ketika membuat gelembung sering beradu dengan teman mana gelembung yang paling banyak maupun yang paling bagus pesonanya. Tak lupa juga kadang sering dimarahin emak lantas sering menghabiskan sabun colek hanya untuk membuat gelembung
.
Karena sekarang udah jadi seorang ayah lantas terpikirkan untuk menyenangkan anak dengan membuatkan gelembung. hal ini saya maksudkan juga untuk merangsang pertumbuhan motorik anak dan berusaha menjauhkan anak dari gadget agar tidak kecanduan. Tidak ada bahan atau cara khusus pada gelembung yang saya buat. Hanya berbekal sebuah memori yang digali kembali dan jadilah gelembung seadanya.

Alat dan bahan
Tidak ada cara atau bahan khusus melainkan bahannya sendiripun ada disekitar kita dan mudah didapat. Apabila tidak tersedia ditempatmu bisa disubstitusikan dengan bahan yang mempunyai fungsi serupa.
- Gelas plastik
- Air
- Sabun cair Sunlight atau detergent
- daun pohon randu atau daun bunga sepatu satu kepal
- batang kayu pengaduk
- Lidi
- gayung ukuran sedang.

Cara membuat cairan gelembung
- masukkan air 1/4 volume gayung dan daun satu kepal ke dalam gayung, lalu remas daun hingga kental menjadi pasta. Lalu saring cairan pasta daun tersebut.
- masukkan sabun cair / sabun colek / detergent ke dalam gelas plastik secukupnya dan tambahkan cairan pasta daun yang telah disaring kedalam gelas plastik yang telah terisi detergent.
- Aduk hingga merata. Apabila terlalu kental kamu bisa menambahkan air secukupnya dan apabila daya gelembungnya kurang banyak kamu bisa menambahkan sabun cair secukupnya. Hal ini bisa kamu ketahui saat kamu mencobanya.

Cara membuat tongkat gelembung
- tarik ujung lidi melingkar membentuk angka sembilan.
- ujung lidi yang masih tersisa lingkarkanlah melingkar hingga habis melingkar.
- tangkai daun pepaya juga bisa kamu  gunakan untuk membuat tongkat gelembung.


Itulah bagaimana saya membuat gelembung seadanya dan sederhana. Cara diatas apabila alat dan bahan telah tersedia hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit membuat gelembung. bagaimana denganmu, tentu saja kamu punya cara tersendiri bukan?
Respon anak saat pertama kali diajak berinteraksi secara langsung dengan gelembung pada awalnya takut, cenderung menghindar. Tahap ini anak sedang berusaha mengenali apa itu gelembung. Setelah beberapa kali dimainkan dan banyak gelembung berterbangan, anak mulai tertarik dan mulai mengajak untuk memainkannya.


Monday, September 18, 2017

DIY Membuat Pot Beton Self Watering By EvanAndKatelyn

Sumber: DIY Self Watering Concrete Planters by EvanAndKatelyn

kali ini saya akan membahas salah satu DIY dari Beton yang dibuat oleh EvanAndKatelyn yang dibagikan di channel youtubenya. Dalam video DIY tersebut mereka membuat pot tanaman yang terbuat dari beton dengan sistem Self Watering atau pengairan sendiri. Self Watering pada pot sebenarnya dimaksudkan untuk memudahkan perawatan akan ketersediaan air bagi tanaman,
Self Watering pada pot bukanlah hal baru sebenarnya. namun karena membuat sendiri lebih menjadi tantangan dan dapat mengkreasikan bentuk sesuka hati, beton merupakan alternatif terbaik karena
bahan baku pembuat beton mudah didapat dan siapapun bisa melakukannya.


Evan dan Katelyn membagikan bagaimana cara membuat pot beton self watering. Penyampaian informasinya pembuatan begitu santai meski kamu tak paham apa yang dikatakan, pasti memahami apa yang ada dalam video tersebut. jika kamu menengok lebih rinci kamu bisa melihat pada deskripsi video mengenai Alat dan Bahan yang digunakan dalam pembuatan Pot Beton Self Watering. Lalu bagaimana cara membuat pot beton self watering dan langkah-langkah yang diperlukan? simak DIY Pot Beton self watering dibawah ini.


Yang perlu diperhatikan dalam video pembuatan yaitu sebuah rancangan atau design dan perencanaan langkah pembuatannya. Jika kamu ingin membuat sesuatu maka kamu perlu sebuah rancangan untuk memudahkan rupa yang akan dibuat. kemudian prototype atau model rupa dibuat untuk keperluan perbaikan guna mencapai rupa yang diinginkan. seperti pada video, rancangan pot beton berupa pot bagian atas sebagai tempat tanaman ditanam kemudian pot bagian bawah sebagai dudukan yang juga wadah tempat ketersediaan air bagi tanaman. lalu bagaimana cara membuat pot beton bekerja sebagai self watering? yaitu dihubungkan dengan sumbu yang mentransport air dari pot bagian bawah ke bagian atas. 

Biasanya model rupa bisa didapatkan dengan membuat sendiri atau modifikasi dari model rupa yang sudah ada. jika kamu membuat versimu sendiri tentu saja modifikasi diperlukan. Setelah model rupa didapatkan maka jika tujuan pembuatan adalah membuat dengan beton maka pembuatan cetakan diperlukan. cetakan juga berfungsi sebagai duplikasi jika ingin membuat lebih banyak. dalam video, Evan dan Katelyn menggunnakan cetakan Silicone rubber dalam membuat pot beton self watering. Silicone sangat baik digunakan sebagai cetakan pada model rupa yang rumit dan mudah dalam penanganan cetak maupun lepas. 


Seperti pada umumnya beton dibuat dari campuran semen, agregat dan air. Setelah proses pencetakan, pengeringan dan pelepasan pot beton dari cetakan, Evan dan Katelyn melakukan finishing untuk memperbaiki tampilan pada pot beton. kemudian untuk membuat pot beton menjadi self watering, kedua pot harus terhubung dalam mentransport air seperti pada rancangan. ddalam video, Evan dan Katelyn membuat dua lubang didasar pot beton bagian atas dan memasang tali sumbu dan menghubungkannya dengan pot bagian bawah yang berfungsi sebagai wadah ketersediaan air. 

Berikut beberapa gambar pembuatan yang diambil dari video DIY Self Watering Concret Planters oleh EvanAndKatelyn













Tampak dekoratif bukan? kamu juga bisa mencobanya dan memadunya dengan tanaman favorit yang kamu punya.


Thursday, September 7, 2017

DIY Cara Membuat Pot Beton Dengan Bentuk Geometri Oleh HomeMadeModern - Ulasan



Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana caranya membuat pot beton dengan bentuk geometri. Kamu bisa menontonnya terlebih dahulu dari salah satu channel favorit saya yaitu HomeMadeModern


Pot tanaman yang terbuat dari beton kini sudah banyak dikreasikan dengan berbagai macam fungsi dan bentuk. Salah satunya pot tanaman dengan bentuk geometri ini. Pot tanaman ini sekilas tampak futurisitik dengan bentuk geometrinya di seluruh sisi permukaan pot tanaman. Cocok untuk dekorasi ruang yang dapat memanjakan mata yang dipadu dengan tanaman

Thursday, August 24, 2017

DIY Cup Beton Untuk Dekorasi Dan Wadah Peralatan

Ini adalah salah satu karya saya yang pertama kali dapat saya bagikan disela-sela saya mengisi waktu luang dengan berbagai hal di sekitar. Saya membuat sebuah cup beton dengan memanfaatkan limbah plastik berbagai ukuran yang saya temukan. Cup beton ini dapat difungsikan sebagai dekorasi, pot (planter) maupun wadah peralatan (storage) yang barangkali bisa kamu coba dan kreasikan. 

Material
  • 2 Cup plastik dengan ukuran yang berbeda
  • Semen
  • Agregat; Pasir, kalsium (opsional); saya gunakan kalsium untuk membuat efek yang lebih cerah pada beton. Kamu boleh tidak menambahkan kalsium pada beton.
  • Air
  • Daun; Saya gunakan untuk membuat tekstur 
  • Double tape

Peralatan
  • Wadah dan pengaduk; saya menggunakan pengaduk yang umumnya digunakan oleh tukang bangunan.
  • Gunting 

Instruksi Pembuatan

  • Langkah 1: Menentukan Cetakan
pilih 2 cup yang mempunyai ukuran berbeda untuk membuat cetakan. Cup yang besar digunakan sebagai model cetakan dan cup yang lebih kecil digunakan untuk membuat rongga bagian dalam.

  • Langkah 2: Membuat tekstur
Saya memilih daun untuk membuat tekstur dipermukaan pot yang akan dibuat. Daun saya potong menggunakan gunting dan saya tempel di bagian dalam pada cup cetakan menggunakan double tape.

  • Langkah 3: Campur dan tuangkan adonan beton
Campurkan semen, pasir, dan kalsium dengan perbandingan 1:1:1 lalu tambahkan air secukupnya. Aduk  menggunakan adukan hingga tercampur rata dan tidak terlalu encer. Tuangkan adonan kedalam cup cetakan sebanyak ¼ bagian cup. Kemudian saya isi cup yang lebih kecil dengan pasir basah agar  dapat mempertahankan bentuk ketika dimasukkan ke dalam cetakan. Masukkan Cup kecil tadi kedalam cup cetakan yang telah terisi ¼ adonan beton. Untuk memastikan beton merata, saya pukul cup cetakan pelan-pelan pada seluruh bagian cup cetakan.

Saya menggunakan double tape untuk mempertahankan bentuk pada cup cetakan selama proses pengeringan. Kemudian saya timpa cetakan dengan batu untuk mencegah beton terhindar dari goncangan yang dapat merubah bentuk beton selama proses pengeringan.

  • Langkah 4: Proses Pengeringan
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, proses pengeringan memerlukan waktu selama 48 jam.


  • Langkah 5: Melepas beton dari cetakan
Setelah 48 jam proses pengeringan saya lepas cup beton dari cetakan seluruhnya. Kemudian saya lepas daun yang saya gunakan untuk membuat tekstur dari permukaan cup beton. 

  • Langkah 6: Penyelesaian dan perbaikan
Saya menemukan beberapa bagian yang kurang elok pada beton, yaitu pada permukaan tuang beton. Pada permukaan tersebut tampak kasar dan tidak merata. Maka saya gunakan amplas untuk meratakan dan menghaluskan permukaan. 

Diatas merupakan hasil dan penampakan cup beton yang saya buat. Barangkali kamu mau mencobanya dan mengkreasikannya lebih baik.

Selamat mencoba.